Tampilkan postingan dengan label umroh mabrur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umroh mabrur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2016

TIPS UMROH NYAMAN DI SAAT MUSIM DINGIN


Negara arab saudi mempunyai dua musim, musim panas dan dingin. Berbeda dengan di Indonesia, di saudi perubahan cuasa cukup ekstrim. Musim panas bisa mencapai 55 derajat sedangkan musim dingin berkisar nol sampai minus 10 derajat celcius. Berbeda dengan musim panas, orang Indonesia biasa mengalaminya meskipun tidak sepanas di Saudi, akan tetapi musim dingin yang ekstrem dengan kelembaban yang rendah yaitu 24 % (sangat kering), maka  Khusus musim dingin  ini jamaah haji Indonesai harus bisa menyesuaikan diri. Berikut Tips Umroh Nyaman di saat Musim Dingin

Sengatan dingin bagi jamaah umroh yang berasal dari daerah maupun mereka yang telah terbiasa dengan cuaca dingin, suhu di Tanah Suci pada bulan September hingga Maret nanti mungkin tak akan menjadi persoalan serius. Namun bagi jamaah umroh dari Indonesia pada umumnya, suhu udara yang kadang dapat mencapai minus dua derajat celcius di Tanah Suci Mekkah dan Madinah akan menjadi kendala yang sangat serius.



Serangan hawa dingin dan hembusan angin kencang akan dialami jamaah umroh semenjak menapakkan kaki baik di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Madinah Al Munawarrah, dan tentunya Mekkah Al Mukarramah. Selain cuaca dingin  dengan kelembaban yang rendah, tiupan angin yang terasa kering dan lebih kencang dari biasanya terasa sampai menusuk ke tulang. Kondisi itu akan memuncak menjelang pagi hari dan di malam hari.

Untuk menghadapi cuaca dingin selama ibadah umroh di Tanah Suci, sebaiknya sebelum berangkat hendaknya jamaah umroh mempersiapkan diri jauh–jauh hari sebelum hari keberangkatan. Selain persiapan fisik dan mental, juga perlu mengetahui kondisi kesehatan serta obat–obatan apa yang diperlukan di dalam perlengkapan umroh yang harus dibawa. Dengan begitu diharapkan dapat mengantisipasi keadaan dingin di Mekkah dan Madinah nantinya.

Persiapan fisik menghadapi musim dingin sejak di Tanah Air dapat dimulai dengan membiasakan diri berolah raga maupun lari pagi, atau setidaknya hanya sekedar jalan kaki setelah Shalat Subuh secara teratur, serta mengatur pola asupan makanan dengan gizi yang seimbang.

Umroh dan Haji memang sedikit berbeda dengan amal ibadah lainnya, hampir 70 % ibadah umroh yang dilaksanakan di kota Mekkah diisi dengan kegiatan yang memerlukan kekuatan fisik. Meskipun jarak hotel yang dekat, namun jamaah tetap harus berjalan minimal 50 hingga 200 meter menuju dan sepulang dari masjidil haram maupun masjid nabawi. Atau saat jamaah umroh mengambil miqat keluar tanah haram, thawaf, sa’i, hingga selesai tahallul, semua membutuhkan kekuatan fisik. Berdesakan dengan jamaah lain saat thawaf dan mencium hajar aswad serta perjalanan sa’i di dalam masjidil haram juga cukup menguras banyak energi. Ditambah lagi saat jamaah memasuki area Raudhah di Masjid Nabawi untuk merasakan nikmat nya taman surga. Karena itulah fisik yang prima sangat diperlukan.

Salah satu Panduan Ke Tanah Suci saat Musim Dingin dan upaya menghadapi cuaca dingin di kota Mekkah dan Madinah adalah dengan membawa perlengkapan yang merupakan “senjata perlawanan” untuk bisa menahan hawa dingin seperti sweeter, jaket tebal, kaus kaki, masker, serta penutup kepala. Banyak juga dari jamaah umroh asal Indonesia yang membawa sebo (peci kuncung penutup kepala hingga leher, dimana yang terbuka hanya pada bagian wajah ). Ini juga menjadi senjata yang mampu diandalkan untuk menahan dingin.

Obat ataupun obat herbal anti masuk angin juga kadang kala diperlukan, banyak juga jamaah umroh yang melawan masuk angin dengan therapi tradisional, kerik’an. Siapkan obat batuk dan pilek atau pun flu. Cara yang cukup efektif menghindari kulit kering dan bersisik dapat dengan membawa krim pelembab. Lipgloss juga efektif untuk menghindari bibir pecah-pecah, atau dapat pula diganti dengan madu dengan cara mengoleskannya di bibir sebelum keluar dari hotel di dekat masjidil haram.

Semua jenis obat–obatan, pelembab, maupun madu memang dapat dengan mudah diperoleh di toko–toko farmasi di dekat masjidil haram ( Mekkah) maupun masjid nabawi (Madinah), namun alangkah baiknya apabila perlengkapan yang harus dibawa jamaah umroh tersebut dipersiapkan dari tanah air. Selain menghindari kesulitan berkomunikasi, serta tidak membuang waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk beribadah, juga dapat meminimalisir biaya umroh. Jika keluhan kesehatan berlanjut, jangan segan untuk segera menghubuingi muthawif (guide) maupun pembimbing umroh dari biro travel. Untuk mendapatkan penanganan lebih intensif di pusat kesehatan terdekat

Gunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari udara dingin. Selalu bawa jaket (bisa juga memakai pakaian beberapa lapis), kaos kaki dan penutup kepala di tas tentengan

Pada umumnya suhu udara saat jamaah umroh berada di Madinah Al Munawarrah terasa lebih dingin dibandingkan dengan suhu kota Makkah. Pada saat menjelang adzan Subuh suhu udara dan ditambah dengan kecepatan hembusan angin membuat cuaca dingin terasa sangat menusuk,  sebaiknya bagi jamaah yang ignin beribadah sholat subuh masjid nabawi, berangkatlah lebih awal, supaya mendapatkan tempat di dalam bangunan masjid karena apabila terlambat sedikit saja, jamaah terpaksa melaksanakan shalat di area pelataran masjid, yang dinginnya akan lebih menyiksa.

Walaupun cuaca dingin, namun di siang hari, suhu relatif tetap hangat. Namun terpaan sinar matahari secara langsung, ditambah dengan angin kencang membuat ancaman Dehidrasi (kekurangan cairan) dapat terjadi tanpa disadari. Perbanyak mimum air putih maupun Air zam-zam, mata air dari surga yang dengan mudah di dapati dalam maupun sekitar area di masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Atau lebih baik jika jamaah membawa tempat minum berukuran 600 ml, atau untuk persiapan dikala ibadah thawaf .

Asupan Makanan juga salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh Safana Tour, untuk selalu menjaga keseimbangan makanan yang nantinya akan bermuara pada stamina fisik para jamaah umroh. Dengan menu masakan yang sesuai dengan selera jamaah Indonesia pada umumnya, dan penyajian yang tepat waktu membuat semua aspek benar-benar kami perhatikan.”Makanlah dengan logika jangan menggunakan perasaan”. Itulah nasihat yang sering kami tekankan kepada para jamaah Umroh dan Haji.

Nasihat itu sebenarnya bertujuan agar kita harus tetap makan dengan makanan bergizi yang telah disajikan. Mempergunakan logika, berarti bahwa jika jamaah kelelahan atau karena saking asyiknya berbelanja memilih oleh–oleh di toko–toko sekitar masjid, terutama saat di kota Mekkah, sering mengabaikan waktu makan, hingga terlambat makan atau bahkan tidak memakannya sama sekali. Kondisi semacam ini dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan jamaah. Akan sangat fatal jika hanya karena masalah makanan rencana perjalanan umroh jadi berantakan.

Berikut Rangkuman tips Panduan Ke Tanah Suci saat Musim Dingin Mekkah :

1) Setelah bangun pagi, usahakan melakukan kegiatan fisik ringan misalnya peregangan, lari pagi atau minimal jalan-jalan kecil setelah shalat subuh.
2) Gunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari udara dingin. Selalu bawa jaket (bisa juga memakai pakaian beberapa lapis), kaos kaki dan penutup kepala di tas tentengan
3) Jika perlu, gunakan krim pelembab untuk melindungi kulit dari kekeringan sekaligus mengurangi penguapan air dari tubuh melalui kulit. Bisa juga menggunakan pelembab bibir agar tidak pecah-pecah
4) Mandi dan minum denga air hangat. Beberapa hotel dan penginapan selalu menyediakan
5) Gunakan masker yang dilembabkan (dikompres air) untuk menghindari pembuluh darah yang pecah di hidung akibat kekeringan udara.
6) Di Madinah suhu udara lebih dingin daripada di Mekkah, usahakan anda shalat di dalam masjid dengan berangkat lebih awal. Karena jika tertinggal, akan dapat tempat shalat di luar masjid dengan suhu yang dingin.
7) Khusus Di Mekah, suhu lebih dingin ketika di Mina, Muzdalifah, dan Arafah karena berupa lapangan terbuka. Sebaiknya lebih mempersiapkan diri.

Itulah beberapa Panduan Ke Tanah Suci saat Musim Dingin yang bisa di gunakan saat Beribadah di tanah suci mekkah. Semoga bermanfaat.

Rabu, 14 September 2016

Keutamaan Air Zam-zam dan Anjuran untuk memperbanyak minum, agar terhindar dari Ciri kemunafikan

Sumur dan Air Zam-zam adalah merupakan Mu'jizat yang Allah SWT berikan dengan perantara (bayi) Nabi Ismail A.S yang sampai sekarang masih dapat dijumpai bahkan dinikmati oleh Umat Manusia. Dan sumur-nya sempat mengering, bahkan keberadaan-nya tidak ada seorangpun yang mengetahuinya selama berabad-abad, hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya dan merajalelanya perilaku dan tindakan kemusyrikan di sekitar Baitullah/Ka'bah.

Hingga suatu malam, sebelum kelahiran Rasulullah saw, Abdul Muthalib, Kakek Nabi SAW, bermimpi, didalam mimpinya beliau  didatangi suara ghaib yang menyuruh beliau untuk menggali sumur zam-zam kembali, yang posisinya persis ditempat sumur zam-zam semula. Ketika digali, dengan izin Allah SWT, maka keluarlah Air dari sumur Zam-zam, selanjutnya beliau mempersilahkan siapa saja untuk meminum air zam-zam tersebut, dan beliau lah sebagai orang yang berhak memberi minum air zam-zam sekaligus sebagai pemelihara-nya.

Pada saat pembebasan kota makkah al-mukarromah yang dikenal dengan peristiwa Fathuh Makkah, Rasulullas SAW memberikan tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan Sumur Zam-zam kepada Abbas Ibn Abdul Muthalib (Paman Beliau), sebagaimana tercantum dalam Akhbar Makkah li al Azraqy, 2/42, 65; Syifa' al-Gharam, 1/247.

Dahulu kala air zam-zam diambil dengan gayung atau timba. Kemudian dibangun pompa air pada tahun 1373 H atau tahun 1953 Masehi. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air. Pompa juga menyalurkan ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zam-zam.

safanatour.com/sumur zam-zam


Sumur zam-zam terletak kira-kira 21 meter dari Ka'bah. Dari mata air ini, terdapat celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75cm dengan ketinggian 30cm yang juga menghasilkan air sangat banyak.

Ada pula celah ke arah pengeras suara dengan panjang 70cm dan tinggi 30cm, di samping beberapa celah kecil lainnya ke arah Shafa dan Marwa. (Sejarah Makkah, Muhammad Ilyas Abdul Ghani)

Berikut beberapa Keutamaan dan Keistimewaan Air Zam Zam

1. Air Zam-zam berasal dari mata air syurga

2. Merupakan mata air pemberian Allah SWT atas do'a Nabi Ibrahim AS

3. Menjadi faktor penentu hidup dan perkembangan kota Makkah.

4. Merupakan bukti nyata kekuasaan Allah di tanah suci.

5. Menjadi ni'mat agung serta membawa manfaat besar bagi Masjidil Haram

6. Sebaik-baik jenis air di muka bumi.

Air yang berasal dari sumur zam-zam, sudah dilakukan beberapa tes dengan teknologi terkini ternyata hasilnya sangat menakjubkan, semakin memperbesar keimanan kita kepada Allah SWT, tidak ada air dimuka bumi ini yang lebih bagus dari air zam-zam, meskipun air tersebut diolah dengan teknologi modern sekalipun.

7. Munculnya melalui perantara malaikat Jibril

8. Berada di tempat paling suci di muka bumi.

9. Air yang digunakan untuk mencuci hati Rasulullah SAW lebih dari satu kali

10. Rasulullah pernah memberkatinya dengan air ludah beliau.

11. Air yang dapat berfungsi sebagai makanan sekaligus obat penyembuh berbagai macam penyakit.

Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim bahwa Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Ka'bah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu makan?” Jawab Abu Dzarr, “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan, “Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zam-zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.
Nabi saw menambahkan: “Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Rasulullah saw pernah mengambil air zam-zam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.

12. Dapat menghilangkan pusing kepala.

13. Jika diminum dengan niat kebaikan, Allah akan mengabulkannya.

14. Keiginan untuk mengetahui seluk beluknya merupakan tanda keimanan dan memperbanyak minumnya menjauhi sifat nifaq (munafik).
”Seperti apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anuma bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Dan di antara Sunnah ketika minum zam zam adalah memperbanyak minum hingga Tadhallu’. Sementara Tadhallu’ adalah meminumnya dengan banyak hingga memenuhi lambungnya. An-Nihaayah, Ibnul Atsir (III/97).
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya (II/1017) kitab al-Manaasik bab asy-Syurbu min Zamzam, dalam hadits ini terdapat kisah. Al-Bushiri berkata, “Sanadnya shahih, perawi-perawinya dipercaya.” Misbaahuz Zujaajah (III/34), diriwayatkan oleh ad-Daraquthni dalam Sunannya (II/288) dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/472) kitab al-Manaasik dan ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannif (V/113).“Sesungguhnya tanda antara kita dengan orang-orang munafik adalah bahwasanya mereka tidak memperbanyak minum air zamzam.”“إِنَّ آيَةً مَابَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُنَافِقِيْنَ أَنَّهُمْ لاَ يَتَضَلَّعُوْنَ مِنْ زَمْزَمَ.

15. Air minum untuk orang-orang yang baik.

16. Menguatkan badan.

17. Tidak akan habis walau airnya selalu diambil.
Ada banyak keunikan tentang air zamzam ini, diantaranya mata airnya yang tidak pernah kering meskipun dipompa terus-menerus oleh jutaan orang dari penjuru dunia. Namun juga punya kontrol yang luar biasa sehingga airnya tidak sampai meluber, padahal jika dengan hitungan matematis mungkin saja bumi sudah tenggelam oleh pancaran mata airnya yang deras. Berikut penjelasannya.​

Permukaan air ZamZam adalah sekitar 10.6 kaki di bawah permukaan tanah. Adalah sebuah mukjizat dari Allah SWT bahwa ketika sumur Zam Zam dipompa terus menerus selama 24 jam tanpa henti dengan tingkat sedotan 8 ribu liter/detik, permukaan sumur akan turun hingga 44 kaki di bawah permukaan tanah.

TETAPI, ketika pemompaan berhenti, permukaan sumur segera kembali pada 13 kaki di bawah permukaan tanah setelah 11 menit.

18. Sumur tertua di bumi yang masih mengeluarkan air, umurnya lebih dari 5.000 tahun.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mengunjungi Baitullah, tempat dimana Sumur zam-zam berada, sehingga kita dapat meminum air zam-zam, sepuas kita. Aamiin.