Tampilkan postingan dengan label umroh aman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umroh aman. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2016

MAKKAH SEDALAM CINTA

Jika kau merindu Makkah, sesekali abaikanlah bayangan tentang gedung-gedung yang menjulang gagah, juga jam raksasa yang berdetak mengabarkan kian dekatnya sa'ah.

Tapi biarkan khayal itu menyusuri bukit-bukit yang kini bebatuannya pecah-pecah, yang di tengahnya dulu terjepit sebuah lembah. Di situlah semua bermula, dalam doa di dekat bangunan tua yang tetap terjaga bersahaja.

“Ya Rabb kami, sungguh telah kutempatkan sebagian keturunanku di lembah tak bertanaman di dekat rumahMu yang dihormati. Ya Rabb kami, agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia merundukkan cinta pada mereka,dan karuniakan pada mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.”
[QS. Ibrahim [14]: 37]



Mereka yang menyejarah, memulai semuanya dengan keyakinan pada Penggenggam Alam Semesta, bahwa hidup prihatinnya adalah agar sandaran jiwa raganya hanya kepada Allah.

Kadang ia memang duka, tapi sedalam cinta.

Bayangkanlah kecamuk perasaan seorang istri yang ditinggalkan beserta bayi merah oleh sang suami, di tempat yang harapan hidup dalam nalar manusia sungguh nihil kiranya. Tiga kali dia mengejar lelaki yang tak sanggup berkata-kata itu dengan tanya, "Mengapa kautinggalkan kami?" Dan semua baru jelas ketika dia mengganti soalan menjadi, "Apakah ini perintah Allah?"

"Ya."

"Jika ini perintah Allah", begitu dia tegaskan dengan menguatkan hati, "Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami."

Perasaan imani wanita ini, yang diperjuangkan mengatasi emosi-emosi; kecewa, takut, galau, sedih, dan cemburu menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban hanifiyyah. Tanpa ucapan Hajar ini, kita tahu; lembah Bakkah tetap akan sunyi, tak ada lari bolak-balik tujuh kali dalam pendingin udara yang sejuk sekali, meski kita sedang mengenang pembuktian iman di tengah terik mentari yang memanggang pasir dan batu menyengat kaki, dengan sisa tenaga seorang wanita yang air susunya kering dan bayinya menangis kelaparan.

Duka Ibrahim yang berulang, ketika buah hati sibiran tulang yang dinanti hingga menua harus ditinggalkan, kemudian ketika dia tumbuh gagah membanggakan lalu harus disembelih, adalah duka sedalam cinta.

Cinta pada Allah di atas segalanya.

Jika nanti kau mengunjungi Makkah, sesekali palingkanlah wajah dari toko-toko yang megah dan barangan yang mewah, dan beralihlah menatap pasir-pasir dan debunya yang kini lebih kerana pembangunan di mana-mana.

Sebab dalam suasana itu, Sumayyah menemui syahadah, Yasir disalib, Bilal diseret ke tengah gurun, ditindih batu di atas pasir membara, dan dicambuk hingga pemecutnya kelelahan. Sebab dalam sesak itu, Khabbab pernah diselongsong di atas api pembakar besi, hingga cairan yang menetes dari lepuhan punggunglah yang memadamkan nyalanya.

Dalam gerah ini pula, Sang Nabi ﷺ menangis dan berkata, "Duhai Makkah, sungguh engkau adalah bagian bumi yang paling dicintai Allah, maka kamipun sangat mencintaimu.. Seandainya bukan karena kaumku mengusirku darimu, aku takkan pernah meninggalkanmu.."

Jika kau nanti menjadi tamu Allah, sesekali pejamkan matamu dari kilau gemerlap lampu-lampunya, kecerlangan marmer dan granit berukir-ukir. Lalu bacalah talbiyah dengan penghayatan orang-orang yang dipanggil Ibrahim lalu datang berjalan kaki atau menaiki unta-unta kurus dalam perjalanan berbulan-bulan dari lembah-lembah yang dalam.

Lalu mari mengenang dua uswah hasanah itu dalam doa rindu, "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad. Kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim."

Mereka yang menyejarah, selalu rindu kepada Makkah, menghayati duka sedalam cinta..

@Salimafillah

PT Safana Nabilla Wisata (Safana Tour), siap memfasilitasi Jamaah yang akan menunaikan Ibadah Umroh dan Haji dengan penuh khusu' mengenang sejarah para Nabi.
www.safanatour.com , Info lebih lanjut : 081212 023 023 , 0853 1144 7576

Kamis, 18 Agustus 2016

Tips Aman dan Nyaman Ibadah Umroh atau Haji

Setiap Muslim pasti ingin menyempurnakan Ke-Islaman-nya dengan melaksanakan Rukun Islam yang ke-5, yaitu menunaikan (Ibadah) Haji, bagi yang mampu. Namun untuk menunaikan Ibadah Haji dibutuhkan Biaya yang tidak sedikit. Pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Agama menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2016 sekitar Rp 31 juta sampai dengan Rp 38 juta cukup besar, tergantung dari asal keberangkatan (Embarkasi) Jamaah Haji. Itu pun belum termasuk biaya-biaya lainnya yang perlu dikeluarkan misal : untuk biaya bimbingan, uang saku, dana untuk oleh-oleh, dana yang ditinggalkan untuk keluarga di tanah air, biaya tasyakuran dan lain-lain.

Sementara untuk BPIH Khusus, Pemerintah menetapkan biaya yang lebih besar, minimal sebesar USD 8.500,- karena untuk memastikan standar pelayanan Haji Khusus, yang pengelolaannya dilakukan oleh Perusahaan Tour dan Travel yang telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Itu baru dari soal biaya, masih ada kendala lain, yaitu semakin bertambahnya jumlah pemeluk Islam di seluruh dunia, terakhir di Tahun 2015 sekitar 1,4 Milyar umat Islam. Sementara kapasitas Tempat, Akomodasi dan Transportasi untuk pelaksanaan Ibadah Haji terbatas, terakhir sekitar 3 juta Umat Islam yang dapat melaksanakan Ibadah Haji per tahun. Hal ini mengakibatkan antrian yang cukup panjang untuk calon jamaah haji, terutama yang berasal dari negara muslim dengan penduduk yang banyak dan tingkat kesejahteraan dan kesadaran ke-Islaman yang tinggi, termasuk calon jamaah haji yang berasal dari Indonesia.

Rata-rata lamanya antrian untuk Haji Reguler (yang dikelola Kementrian Agama R.I) sekitar 12 tahun, untuk Haji Khusus (yang dikelola Perusahaan Travel) sekitar 5 tahun. Lama-nya antrian untuk menunaikan Ibadah Haji, mengakibatkan sebagian masyarakat muslim, terutama yang sudah berusia lanjut, lebih memilih untuk menjalankan Ibadah Umroh lebih dulu, sambil menunggu antrian untuk melaksanakan Ibadah Haji, sehingga ada peningkatan umat Islam yang melaksanakan Ibadah Umroh.

Jumlah jamaah Umroh dari Indonesia semakin tahun semakin meningkat jumlahnya, tahun 2016 sekitar 1 juta orang Islam dari Indonesia melaksanakan Ibadah Umroh. Hal ini disebabkan karena biasanya, orang yang sudah "merasakan" suasana melaksanakan Ibadah di Tanah Suci, Mekkah dan Medinah, akan selalu ingin merindukan untuk mengulanginya kembali, belum lagi banyak hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan keutamaan-keutamaan Ibadah Umroh dan pahala Ibadah di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah, yang berkali-lipat dibandingkan Ibadah di Masjid Tanah Air.

Peningkatan jumlah umat Islam yang ingin melaksanakan Ibadah Umroh, merupakan peluang usaha bagi perusahaan-perusahaan Tour dan Travel. Sehingga semakin menjamur berdirinya Tour & Travel yang menawarkan jasa/paket Perjalanan Ibadah Umroh. Di satu sisi ini merupakan kabar gembira bagi perusahaan Tour & Travel, di sisi lain, ada beberapa Oknum, yang berusaha memanfaatkan keinginan dan permintaan yang meningkat ummat Islam yang menjalankan Ibadah Umroh, dengan tujuan untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa memperhatikan kualitas pelayanan, bahkan sebagian ada yang bertujuan untuk menipu calon jamaah Umroh.



Untuk melindungi ummat Islam dalam menjalankan Ibadah Umroh dan memastikan ke-amanan dan ke-nyamanan serta menghindari dari penipuan oleh Oknum Tour dan Travel, Pemerintah melalui Kementrian Agama R.I. men-sosialisasikan Program 5 Pasti, yaitu Pasti-kan Travelnya Ber-izin, Pasti-kan Jadwal-nya, Pasti-kan Penerbangannya, Pasti-kan Hotelnya dan Pasti-kan Visa-nya.

Tips Aman dan Nyaman Ibadah Umroh atau Haji

Setiap Muslim pasti ingin menyempurnakan Ke-Islaman-nya dengan melaksanakan Rukun Islam yang ke-5, yaitu menunaikan (Ibadah) Haji, bagi yang mampu. Namun untuk menunaikan Ibadah Haji dibutuhkan Biaya yang tidak sedikit. Pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Agama menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2016 sekitar Rp 31 juta sampai dengan Rp 38 juta cukup besar, tergantung dari asal keberangkatan (Embarkasi) Jamaah Haji. Itu pun belum termasuk biaya-biaya lainnya yang perlu dikeluarkan misal : untuk biaya bimbingan, uang saku, dana untuk oleh-oleh, dana yang ditinggalkan untuk keluarga di tanah air, biaya tasyakuran dan lain-lain.

Sementara untuk BPIH Khusus, Pemerintah menetapkan biaya yang lebih besar, minimal sebesar USD 8.500,- karena untuk memastikan standar pelayanan Haji Khusus, yang pengelolaannya dilakukan oleh Perusahaan Tour dan Travel yang telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Itu baru dari soal biaya, masih ada kendala lain, yaitu semakin bertambahnya jumlah pemeluk Islam di seluruh dunia, terakhir di Tahun 2015 sekitar 1,4 Milyar umat Islam. Sementara kapasitas Tempat, Akomodasi dan Transportasi untuk pelaksanaan Ibadah Haji terbatas, terakhir sekitar 3 juta Umat Islam yang dapat melaksanakan Ibadah Haji per tahun. Hal ini mengakibatkan antrian yang cukup panjang untuk calon jamaah haji, terutama yang berasal dari negara muslim dengan penduduk yang banyak dan tingkat kesejahteraan dan kesadaran ke-Islaman yang tinggi, termasuk calon jamaah haji yang berasal dari Indonesia.

Rata-rata lamanya antrian untuk Haji Reguler (yang dikelola Kementrian Agama R.I) sekitar 12 tahun, untuk Haji Khusus (yang dikelola Perusahaan Travel) sekitar 5 tahun. Lama-nya antrian untuk menunaikan Ibadah Haji, mengakibatkan sebagian masyarakat muslim, terutama yang sudah berusia lanjut, lebih memilih untuk menjalankan Ibadah Umroh lebih dulu, sambil menunggu antrian untuk melaksanakan Ibadah Haji, sehingga ada peningkatan umat Islam yang melaksanakan Ibadah Umroh.

Jumlah jamaah Umroh dari Indonesia semakin tahun semakin meningkat jumlahnya, tahun 2016 sekitar 1 juta orang Islam dari Indonesia melaksanakan Ibadah Umroh. Hal ini disebabkan karena biasanya, orang yang sudah "merasakan" suasana melaksanakan Ibadah di Tanah Suci, Mekkah dan Medinah, akan selalu ingin merindukan untuk mengulanginya kembali, belum lagi banyak hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan keutamaan-keutamaan Ibadah Umroh dan pahala Ibadah di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah, yang berkali-lipat dibandingkan Ibadah di Masjid Tanah Air.

Peningkatan jumlah umat Islam yang ingin melaksanakan Ibadah Umroh, merupakan peluang usaha bagi perusahaan-perusahaan Tour dan Travel. Sehingga semakin menjamur berdirinya Tour & Travel yang menawarkan jasa/paket Perjalanan Ibadah Umroh. Di satu sisi ini merupakan kabar gembira bagi perusahaan Tour & Travel, di sisi lain, ada beberapa Oknum, yang berusaha memanfaatkan keinginan dan permintaan yang meningkat ummat Islam yang menjalankan Ibadah Umroh, dengan tujuan untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa memperhatikan kualitas pelayanan, bahkan sebagian ada yang bertujuan untuk menipu calon jamaah Umroh.



Untuk melindungi ummat Islam dalam menjalankan Ibadah Umroh dan memastikan ke-amanan dan ke-nyamanan serta menghindari dari penipuan oleh Oknum Tour dan Travel, Pemerintah melalui Kementrian Agama R.I. men-sosialisasikan Program 5 Pasti, yaitu Pasti-kan Travelnya Ber-izin, Pasti-kan Jadwal-nya, Pasti-kan Penerbangannya, Pasti-kan Hotelnya dan Pasti-kan Visa-nya.